Popular Post

Archive for Juli 2014

FOTO-FOTO KEHIDUPAN MANUSIA

By : Unknown

FOTO-FOTO KEHIDUPAN MANUSIA


Tulisan ini sekedar refleksi dan pengingat bahwa fotografi dan sejarah tidak pernah bisa dipisahkan. Seringkali sejarah terekam dalam bingkai foto, dan ada beberapa foto yang bisa mempengaruhi jalannya sejarah. Sepuluh foto dibawah ini adalah contoh foto-foto ikonik yang merekam peristiwa dramatis dalam kehidupan manusia:

Wanting A Meal – 1993

Kevin Carter berangkat ke Sudan dengan niatan untuk mengambil foto pemberontakan yang terjadi. Namun sesampainya disana, justru korban kelaparan-lah yang menarik minatnya. Dijalan dia mendapati seorang bocah perempuan kelaparan merangkak lemah susah payah menuju pusat pembagian makan, berhenti ditengah jalan dan mengumpulkan tenaga. Ditengah kejadian itu, seekor burung bangkai datang dan menunggu bocah tersebut meregang maut. Carter pun mengabadikan kejadian tersebut. Foto ini pertama dimuat dikoran New York Times, dan reaksi keras bermunculan mengkritik Carter yang tidak menolong gadis kecil ini. Carter beralasan dia sudah mengusir burung bangkai tersebut sesudah mengambil foto, namun tidak menolong si bocah karena konvensi fotografer yang tidak boleh ikut campur dalam konflik. kontroversi terus menghujani Carter, meskipunpenghargaan Pulitzer dia terima atas karyanya ini. Tahun 1994, Carter ditemukan bunuh diri dengan sengaja mengalirkan gas CO dari knalpot mobil kedalam ruangannya. Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah, frustasi akibat terjerat hutang dan kesedihan karena sahabat karibnya tertembak. Foto ini memicu solidaritas dunia akan tragedi kelaparan di Afrika.





Jenderal Sudirman Dalam Tandu – 1948

Pak Dirman adalah Jenderal pertama dan termuda yang dimiliki Indonesia, salah satu teladan dan tokoh terbesar yang dilahirkan bangsa. Pak Dirman juga dikenal sangat memegang prinsip serta bermental tangguh. Dalam keadaan sangat lemah karena paru-parunya tinggal sebelah, dia memimpin gerilya selama 7 bulan menghadapi agresi militer Belanda ke-2, berpindah dari hutan ke hutan dengan ditandu dan tanpa pengobatan sama sekali. Hanya semangat  perjuangan-lah yang membuat dirinya tetap tegar dan semangat itu terus menular ke seluruh pasukan yang menjadi motor perjuangan kala itu. Bagi bangsa Indonesia, foto pak Dirman ini dan fotoBung Karno yang sedang membaca proklamasi mungkin sama bermaknanya.



Eksekusi Gerilyawan Vietkong – 1968

Saat Jenderal Nguyen Ngoc Loan, kepala kepolisian Vietnam Selatan mulai menarik pelatuk pistol kearah seorang komandan gerilyawan vietkong, fotografer Associated Press Eddie Adams mulai menekan tombol shutter kameranya. Fotografer Eddie Adams memperoleh penghargaan jurnalisme tertinggi, Pulitzer, lewat foto yang diambilnya ini. Namun lebih dari itu, foto ini mengubah opini masyarakat Amerika terhadap Perang Vietnam, memicu gerakan anti perang dan menginspirasi lahirnya generasi bunga di Amerika waktu itu. Bagi sang jenderal, foto ini membuatnya menjadi ikon kekejaman.




Pendaratan Normandia – 1944

Robert Capa memiliki pakem yang sangat terkenal, “Jika hasil fotomu tidak bagus, berarti kamu kurang dekat.” Sebelum era Capa, jurnalisme foto masih belum begitu dihargai. Robert Capa seperti menjadi penanda pentingnya jurnalisme fotografi yang kemudian menjadi sangat berpengaruh dibanyak peristiwa besar dunia. Karya Capa paling dikenal adalah serangkaian foto pendaratan pasukan Amerika Serikat di Normandia dalam Perang Dunia 2 dimana Capa ikut dalam rombongan airborne. Terjebak dalam hujan peluru dan granat yang dilontarkan pasukan Jerman, Robert Capa berhasil mengambil 106 frame menggunakan kamera Comtax berlensa 50mm untuk mengabadikan invansi yang menjadi awal tumbangnya Adolf Hitler ini. Kesalahan yang dilakukan staf pencucian film membuat semua fotonya terlihat kabur, namun pakem Capa kemudian diikuti seluruh jurnalis foto sampai detik ini: mengabadikan peristiwa dari jarak sedekat mungkin. Karya Capa lainnya bisa anda lihat disini.



Lynching, Pembantaian Kaum Kulit Hitam Di Amerika – 1930

10.000 masa kulit putih nekad mengamuk dan menggelandang dua pemuda kulit hitam dari penjara, serta menghukum mereka dengan hukuman gantung tanpa keputusan hakim. Kedua pemuda ini dituduh memperkosa seorang gadis kulit putih, peristiwa ini terjadi di Marion-Indiana dimasa pemisahan ras di Amerika Serikat. Dimasa itu pengadilan massal seringkali terjadi jika yang dicurigai adalah warga kulit hitam. Foto pengadilan masal seperti ini dulu sering dibuat menjadi postcard untuk menunjukkan supremasi kulit putih. Wajah mayat yang digantung berbanding kontras dengan kepuasan yang diperlihatkan warga, sebuah monumen kekejaman dan sikap barbarian yang dilakoni secara massal. Perjuangan kesetaraan ras baru memperoleh hasil di era tahun 70-an. Baca lebih jauh tentang lynching(bahasa Inggris).





Earthrise – 1968

Foto ini adalah foto planet bumi yang diambil pertama kali dari luar angkasa. Banyak orang menyebutnya sebagai foto lingkungan hidup paling berpengaruh yang pernah diambil. Diambil pada malam natal tahun 1968 oleh kru Apollo 8, William Anders. Foto ini mengingatkan banyak orang akan ringkihnya eksistensi manusia dan kecilnya planet dibandingkan alam raya, serta menandai eksplorasi alam semesta oleh manusia.




Mahasiswa Yang Menghadang Tank di Tiananmen – 1989

Demonstrasi sekitar 3000 mahasiswa di Beijing berubah menjadi demosntrasi masal jutaan rakyat Cina, meminta reformasi pemerintahan yang tidak adil. Selama 7 minggu, rakyat dan tentara berhadap-hadapan dan saling mengejek. Saat partai komunis mulai mengerahkan tank untuk membubarkan masa, seorang mahasiswa nekad menghadang laju sebarisan tank, berdiri tegap didepannya sambil memegang tas. Seorang pahlawan lahir. Pahlawan kedua lahir, saat pengemudi tank menolak perintah komandannya untuk melindas mahasiswa tersebut dan memilih berjalan memutarinya. Kejadian ini memang tidak berakhir indah karena pembantaian akhirnya terjadi di lapangan Tiananmen. Namun sejak peristiwa itu, Cina tidak akan pernah sama lagi.




Foto Manusia Dengan Sinar X – 1896

Saat bereksperiman dengan tabung sinar katoda yang ditambahi barium platinosianida, Rontgen terkejut ketika mendapati bahwa hasil foto ternyata menghasilkan efek pendaran yang berbeda. Menyadari kekuatan sinar yag dihasilkan tabung itu, Rontgen memotret tangan istrinya (perhatikan cincin kimpoi yang melingkar) dan membuat foto sinar X yang pertama. Sebelum itu, dokter tak pernah bisa melihat bagian dalam tubuh manusia kecuali membedahnya. Rontgen sendiri memperoleh hadiah Nobel fisika tahun 1901.



Loch Ness – 1934

Legenda monster Lochness di Skotlandia sebenarnya sudah berhembus sejak abad ke 1, namun tidak sebelum foto diatas dicetak dan tersebar, cerita palsu ini menjalar keseluruh penjuru dunia. Foto ini bertanggungjawab atas puluhan tahun spekulasi, milyaran dolar uang dari kantong wisatawan yang datang dari seluruh dunia serta eksplorasi bawah air yang mahal dan menghabiskan tenaga. Semua gara-gara foto palsu ini. Christian Spurling, Marmaduke dan Ian Wetherell merakit monster palsu dari mainan kapal selam dan kayu dan mengambangkannya diatas danau, kemudian menjepretnya dengan kamera. Pengakuan mereka 60 tahun kemudian (1994) mengakhiri spekulasi tentang kebenaran cerita monster Loch Ness. Foto ini mungkin sekali adalah rekayasa foto pertama kali didunia, selain itu menandaskan kembali pernyatan “kamera tidak pernah berbohong… manusialah yang berbohong…”



Einstein dan Selera Humor – 1951

Einstein tidak pernah diragukan lagi kejeniusannya, namun bagaimana dengan selera humornya? lumayan ternyata. Foto diatas menunjukkan sisi kemanusiaan seorang Einstein, dan mengubah banyak opini terhadapnya. Foto diatas diambil saat Einstein menikmati pesta ulang tahunnya yang ke 72 dan mulai bosan harus melayani permintaan wawancara serta pose dengan wartawan.

APA SIH SELFIE ITU???? apa benar selfie merupakan tanda seseorang tidak percaya diri??

By : Unknown

APA SIH SELFIE ITU??



Pernahkah Anda mengabadikan foto diri Anda sendiri dengan menggunakan entah itu camcorder, kamera poket atau juga perangkat mobile? Apabila sering, menurut penelitian, hal tersebut adalah salah satu ciri orang yang tidak percaya diri.
Menurut sejarah, mengabadikan diri sendiri dengan perangkat elektronik atau dalam bahasa Inggris dinamakan self-portrait atau disingkat selfie dilakukan pertama kalo oleh seseorang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839.

Ketika era kamera polaroid sedang menjadi salah satu tren di tahun 70an, seorang bernama Andy Warhol juga pernah melakukan selfie dan hal tersebut tercatat sebagai selfie kedua dalam sejarah.

Kini, di era teknologi serba maju, perangkat hi-tech beredar di mana-mana sekaligus portable device dengan fitur kamera seperti smartphone, phablet dan tablet menjadi satu hal yang umum, aksi selfie ini amat sering dijumpai.

Bahkan ketika internet dan jejaring sosial meraih popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir ini, foto-foto selfie juga sering beredar luas serta dijadikan cover atau profile picture seseorang dalam account jejaring sosial mereka.

Dengan mengambil angle agak tinggi sekitar 45 derajat, mata sedikit dibuat sayu, (terkadang) mengambil pose duck face, mengambil fotonya dengan menggunakan aplikasi seperti Instagram untuk menambah kesan dramatis dan lainnya, membuat aksi selfie menjadi sangat mudah dilakukan, kapan dan di manapun juga.

"Selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya," ujar Dr Mariann Hardey, seorang pengajar di Durham University dengan spesialisasi digital social media, seperti dikutip oleh Guardian (14/07).

Hardey juga mengatakan bahwa dengan memamerkan foto-foto selfie tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin terlihat 'bernilai' lebih-lebih apabila ada yang berkomentar bagus tentang foto tersebut.

Walaupun tidak hanya Hardey yang mengatakan bahwa selfie merupakan bentuk dari ingin diakui atau dapat disebut sebagai tanda kurang percaya terhadap diri sendiri karena banyak peneliti lain yang juga mengatakan hal serupa, namun tidak sedikit orang yang membantah bahwa selfie dilakukan hanya sekadar ingin tenar dan tidak percaya diri.

Menurut salah seorang wanita bernama Rebecca Brown (23) mengatakan bahwa dia melakukan selfie hanya karena untuk mengeksplorasi diri sendiri dan melihat tubuhnya sendiri bukan dengan maksud ingin narsis atau sejenisnya.

Terlepas dari pendapat para ahli atau orang-orang yang sering melakukan selfie, bagaimana pendapat Anda dari fenomena selfie ini? Apakah selfie termasuk narsis dan kurang percaya diri ataukah hanya untuk eksplorasi diri?

AWAL MULA FOTO SELFIE

By : Unknown

AWAL MULA FOTO SELFIE

Fenomena foto ‘selfie’ kini ada dimana-mana, dan banyak dicemooh sebagai simbol narsisme. Namun baru-baru ini, para kritikus seni mencoba berpikir ulang dan menempatkan tren baru ini dalam konteks sejarah seni.
Foto ‘selfie’ telah menjadi hal mutlak dalam era yang disebut sebagai narsisme ini, dan tampaknya semua orang melakukannya, bahkan Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri David Cameron melakukannya pada saat pemakaman Nelson Mandela.
Tapi apakah foto ‘selfie’ sebuah seni? Menurut para kritikus seni, jawabannya adalah ‘ya’. Banyak karya seni bergambar potret diri yang terkenal, dibuat oleh pelukis legendaris seperti Rembrandt dan Van Gogh, namun kritikus seni, Jerry Saltz, menghubungkan fenomena ‘selfie’ ini dengan aliran seni yang baru.
“Ini seperti karya seni. Ada intensitas tertentu dan kesadaran bahwa kini masyarakat adalah fotografer kehidupan modern,” jelasnya.
Jerry meyakini bahwa fenomena foto ‘selfie’ telah muncul sebagai jenis baru dari genre potret, dan punya pengaruh jangka panjang yang cukup besar.
“Genre adalah isu besar. Saat benar-benar terjadi, maka fenomena itu cenderung bertahan, tak akan pernah hilang,” ungkapnya.
Jerry menambahkan, walau sekitar 99% dari foto ‘selfie’ membosankan – orang dengan pose bibir manyun atau mengangkat jari dengan kode metal – mereka terlihat berbeda dari potret diri lain yang ada sebelumnya.
Foto ‘selfie’ memuat adegan sang fotografer yang sedang memegang kamera dengan satu tangan, yang artinya satu lengan lainnya tersembunyi. Ada kedalaman ilusi dalam gambar tersebut, potret hidung menjadi tidak proporsional, dan ada kurva dalam lensa yang mungkin disadari atau tak disadari.
Meski demikian, kemunculan fenomena foto ‘selfie’ bukannya tanpa sebab. Pada tahun 1935, seniman Belanda M.C Escher sempat membuat potret dirinya yang diberi judul ‘Tangan dengan bola refleksi’. Karya ini sangat serupa dengan foto ‘selfie’, memuat ciri-ciri yang sama dengan foto ‘selfie’ masa kini.
Sejarawan seni, James Hall, merunut perkembangan potret dari jaman pertengahan atau ‘middle ages’. Kala itu, fenomena foto ‘selfie’ baru muncul.
James menggambarkan kegilaan akan cermin pada jaman medieval-dimana banyak orang terobsesi akan segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu dan simbol cermin- adalah faktor yang berkontribusi pada kemunculan gambar potret yang luar biasa pada abad ke-12 dan setelahnya. James secara spesifik merujuk pada karya Jan van Eyck di abad ke-15 yang berjudul ‘Potret Arnolfini’.
Kini, foto ‘selfie’ juga memainkan peran sebagai pemantau detil kehidupan, termasuk siklus berita. Jerry mengungkap, ketika ia menyaksikan kehancuran Wall Trade Center (WTC) pada 11 September, ia sempat mengambil foto saat menara WTC yang kedua ambruk, tapi saat itu ia tak berpikir untuk melakukan foto ‘selfie’. Tapi tentu saja, jika itu terjadi sekarang, segalanya akan berubah.
“Di halaman depan New York Post beberapa minggu lalu, ada gambar seorang perempuan yang mengambil foto ‘selfie’ dengan latar aksi bunuh diri. Saya juga melihat beberapa foto ‘selfie’ dari orang-orang yang mengikuti tur ke kamar gas di Auschwitz,” ujar Jerry.
Kritikus New York mengatakan, aliran foto ‘selfie’ ini tak diterima secara luas oleh para kurator, yang melihat fenomena ini sebagai sesuatu yang ‘bukan level mereka’.
“Fenomena ini dibuat oleh seseorang dan dihargai oleh seseorang lainnya, yang pastinya bukan kurator, dan hanya seniman paling berbakat yang saya tahu mulai menaruh perhatian pada fenomena ini. Perubahan fotografi saat ini sungguh fenomenal dan itu semua berawal dari telepon selular anda,” tutur kritikus ini.
Foto ‘selfie’ lebih menyerupai penghargaan terhadap sesuatu yang datang dengan segera, dan pada titik tertentu meninggalkan kesan melankolis yang ada pada fotografi.
“Orang-orang seperti Susan Sontag dan Roland Barthes selalu menulis bahwa fotografi adalah tentang kematian. Saya pikir foro-foto jaman sekarang benar-benar bertema kekinian-sangat berkiblat waktu sekarang-sekarang terjadi pada anda, pada saya, dimana saja, dan pada siapa saja-semuanya pada saat bersamaan,” imbuh Jerry.



TUTORIAL PHOTOSHOP LANDSCAPE

By : Unknown

1.Menambahkan awan ke gambar landscape.

Pertama awali membuka Photoshop dan Open gambar landscape.


Setelah terbuka gambar utama lalu masukkan gambar langit yang akan dijadikan background dengan cara meng click Menu Bar FILE lalu pilih PLACE lalu seleck gambar yang dipilih sebagai back ground langit.


Lalu letakkan gambar langit yang akan dipakai sebagai background didepan langit gambar utama


Lalu buat duplikat layer landscape dengan cara meng klik kanan pada layer background lalu pilih Duplicate Layer Sehingga terdapat 3 layer.


Lalu letakkan layer background copy diatas gambar langit.

Lalu select layer backgtound copy.
Dan pada gambar background copy seleksi awan yang tidak trpakai menggunakan magnetic lasso.

Setelah terseleksi gambar langit yang tidak terpakai, hapus langit yang tidak terpakai pada gambar pemandangan dengan meng klik delete pada key board.

Lalu seleksi semua gambar pemandangan yang sudah trpotong dengan mengunakan tool bar magic warp tool, dan ubah tolerance menjadi maksimal.


Setelah terseleksi pilih Refine Edge untuk menghaluskan potongan gambar, dan udah pengaturan dengan menyesuaikan gambar dan setelah itu pilih OK

Seyelah itu gambar langit sudah berubah menjadi seperti yang diinginkan.


2. membuat efek flare lenses

Pertama lita buar layer baru dengan cara meng click ikon new layer pada kanan bawah.


Lalu kita pilih Menu Bar LAYER dan pilih New Fell Layer lalu pilih Solid Color.



lalu ganti Color dengan warna hitam. Dan ganti Mode menjadi screen.


Lalu beri efek flare dengan cara meng klik menubar FILTRT lalu klik Render, lens flare


Lalu atur type flare yang di inginkan, seperti contoh dibawah bengan brightnes 52 lalu tekan ok.


Atur titik pusat flare dengan tool bar Move Tool  ke tempat yang diinginkan. lalu klik Enter

Atur kecerahan flare dengan cara meng click menu bar IMAGE, Adjusments, Levels.


lalu ater kecerahan flare sesuka anda.


3. membuat efek infra red (IR)

Sebelumnya jangan lupa menggrup layer gambar pemandangan dan langit yang sudah dibuat tadi. Lalu buar duplikat layer dengan cara mengkik kanan lgroup layer yang sudah dibuat tadi lalu klik duplicate group.



Lalu klik Ikon Adjusments layer lalu pilih Chanel Mixer.


ubah output menjadi monocrome, lalu ubah kolom RGB menjadi, R=100 G=200 B=-100 seperti gambar dibawah
Jangan lupa mengubah adjusmen menjadi 80%

Geser chanel mixer diantara 2 grup layer yang sudah dicopy tadi.


Lalu pilih ikon Adjusmentlalu pilih Hue/saturation



Lalu ubah pengaturan sesuai keinginan anda.



Lalu sempurnakan dengan mengubahlevel adjusmentnya.

Hasil gambar
:

DOWNLOAD DISINI

klik link DOWNLOAD untuk mendapatkan gambar tugas. Oke sekian, semoga tutorial yang sebelumnya saya upload bermanfaat dan kalau ingin download silahkan link yang sudah tersedia diatas , see you :)



























x

- Copyright © dini picture - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -